Hanya Ingin Menyenangkan Orang Tua

Seminar


Peraturan Menteri


  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 15 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penyusunan RTRW Provinsi
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 16 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penyusunan RTRW Kabupaten
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 17 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penyusunan RTRW Kota

Link Menuju Area Unduh

Peraturan Pemerintah


Peraturan Pemerintah

  • Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2004 Tentang Penatagunaan Tanah
  • Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 2004 Tentang Perencanaan Kehutanan
  • Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
  • Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 Tentang Bangunan Gedung
  • Peraturan Pemerintah No 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal
  • Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2006 Tentang Jalan
  • Peraturan Pemerintah No 40 Tahun 2006 Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional

Link Menuju Area Unduh

Manfaat Mengunyah Permen Karet


Manfaat Mengunyah Permen Karet 

1. Membakar Kalori

Mengunyah permen karet membakar sekitar 11 kalori per jam. Hal ini mungkin tidak terdengar seperti Anda membakar banyak kalori, tapi permen karet setiap hari selama 2 jam akan membakar sekitar 155 kalori seminggu. Manfaat lain adalah bahwa ketika Anda benar-benar mengunyah permen karet, Anda tidak akan ngemil dan mengkonsumsi lebih banyak kalori.

 2. Menekan nafsu makan

Mengunyah permen karet secara teratur dapat menjaga rasa lapar, yang berarti bahwa Anda tidak akan ngemil. Keinginan Anda untuk makan camilan manis dapat dikurangi jika Anda secara teratur mengunyah permen karet. Baca lebih lanjut

Perda No 13 Tahun 2011 Tentang RTRW Kabupaten Tangerang


Perda No 13 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tangerang Tahun 2011 – 2031.

Klik Untuk Download

Pass: chekp4yz

BAB II AGRARIA


BAB II

HUKUM DAN POLITIK AGRARIA KOLONIAL

A. Hukum Agraria Kolonial

Dari segi masa berlakunya, Hukum Agraria di Indonesia di bagi menjadi 2, yaitu:

1. Hukum Agraria Kolonial
Hukum Agraria ini berlaku sebelum Indonesia merdeka bahkan berlaku sebelum di undangkannya UUPA, yaitu tanggal 24 September 1960.

2. Hukum Agraria Nasional
Hukum Agraria ini berlaku setelah diundangkannya UUPA, yaitu tanggal 24 September 1960. Baca lebih lanjut

BAB I AGRARIA


BAB I

PENGERTIAN HUKUM AGRARIA

DAN

HUKUM TANAH

A.    Pengertian Agraria
Istilah agrarian berasal dari kata Akker (Bahasa Belanda), Agros (Bahasa Yunani) berarti tanah pertanian, Agger (Bahasa Latin) berarti tanah atau sebidang tanah, Agrarius (Bahasa Latin) berarti perladangan, persawahan, pertanian, Agrarian (Bahasa Inggris) berarti tanah untuk pertanian.

Dalam Undang-undang No. Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, LNRI Tahun 1960 No.104-TLNRI No. 2043, disahkan tanggal 24 September 1960, yang lebih dikenal dengan sebutan Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) tidak memberikan pengertian Agraria, hanya memberikan ruang lingkup agrarian sebagaimana yang tercantum dalam konsideran, pasal-pasal maupun penjelasannya. Ruang lingkup Agraria menurut UUPA meliputi bumi, air, ruang angkasa dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya (BARAKA). Baca lebih lanjut